GIZI DALAM SIKLUS REPRODUKSI PEREMPUAN
Keywords:
Gizi, Siklus, Reproduksi, Perempuan, KesehatanSynopsis
Downloads
References
Abas Basuni Jahari. (2002). Penilaian status gizi (berat badan dan tinggi badan). Kongres Nasional dan Temu Ilmiah Persagi XII, Jakarta.
Almatsier, S. (2019). Prinsip dasar ilmu gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Anlene. (2021). Kebutuhan gizi dan nutrisi untuk lansia. https://www.anlene.com/id/ms/kebutuhan-gizi-nutrisi-lansia.html
Aparicio, E., et al. (2020). Preconceptional folic acid supplementation and its effect on reproductive outcomes: A systematic review. Nutrients, 12(1).
Arumsari, D., dkk. (2025). Gizi dan kesehatan reproduksi. Buku ajar.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia (RAN PASTI). Bappenas.
Barker, D. J. P. (2007). The origins of the developmental origins theory. Journal of Internal Medicine, 261(5), 412–417.
Beal, T., et al. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617.
Black, R. E., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low- and middle-income countries. The Lancet.
Brown, J. E. (2017). Nutrition through the life cycle (6th ed.). Cengage Learning.
Bühling, K. J., et al. (2019). The role of micronutrients in male fertility. Human Reproduction Update, 25(3).
Cochrane Library. (2018). Calcium supplementation during pregnancy for preventing hypertensive disorders and related problems. Cochrane Database of Systematic Reviews.
Damayanti, D., Pritasari, & Tri, L. N. (2017). Buku ajar gizi dalam daur kehidupan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Dewey, K. G., & Adu-Afarwuah, S. (2008). Systematic review of the efficacy and effectiveness of complementary feeding interventions.
Hofmeyr, G. J., et al. (2019). Calcium supplementation during pregnancy for preventing hypertensive disorders. WHO Reproductive Halth Library.
Headey, D., et al. (2018). Animal-sourced foods and child stunting. American Journal of Agricultural Economics, 100(5), 1302–1319.
Iannotti, L. L., et al. (2017). Eggs in early complementary feeding and child growth: A randomized controlled trial. Pediatrics, 140(1).
I Dewa Nyoman Supariasa, Bakri, B., & Fajar, I. (2016). Penilaian status gizi (Edisi ke-2). EGC.
Jannah, S. R. (2024). Kebutuhan nutrisi ibu menyusui: Studi literature review. Jurnal Sinergi Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman pelayanan anak gizi buruk.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013a). Bagan tatalaksana anak gizi buruk (Buku I).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013b). Riskesdas dalam angka Provinsi Jawa Timur 2013.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013c). Panduan tenaga pelaksana gizi puskesmas dalam pembinaan kader posyandu.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014a). Pedoman pelayanan gizi di puskesmas.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014b). Standar pemantauan pertumbuhan balita.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Buku lanjut usia. Direktorat Kesehatan Keluarga.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan ibu hamil.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020a). Pedoman pencegahan dan penanganan stunting.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020b). Pedoman pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri. Direktorat Gizi Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020c). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku pemberian makan bayi dan anak (PMBA) untuk pencegahan stunting. Direktorat Gizi Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Pedoman strategi komunikasi perubahan perilaku percepatan pencegahan stunting di Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Pedoman strategi komunikasi perubahan perilaku percepatan penurunan stunting di Indonesia. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Laksmi, M., Prayitno, B., & Indrowati, M. (2022). Karakteristik materi pembelajaran sistem reproduksi manusia. Jurnal Pendidikan Biologi, 13(2), 161–170. https://doi.org/10.17977/um052v13i2p161-170
Lassi, Z. S., et al. (2017). Preconception care: Caffeine, smoking, alcohol, drugs and environmental exposures. Reproductive Health, 11(Suppl. 3).
Mokodompit, H. K. N. (2025). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Widina Media Utama.
Nikmah, L., & Anggraeni, D. (2023). Edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Indonesian Journal of Health Development.
Nyalanesia. (2023). Literasi dan edukasi gizi berbasis komunitas: Manual pemberdayaan.
Nyalanesia. (2025). Modul literasi kesehatan: Gizi berbasis ikan untuk desa mandiri.
Pakar Gizi Indonesia. (2017). Ilmu gizi: Teori dan aplikasi. EGC.
Par’i, H. M., Wiyono, S., & Harjatmo, T. P. (2017). Penilaian status gizi. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265.
Prianggoro, H. R. (2022). Tingkat pengetahuan fungsi magnesium bagi tubuh. Jurnal Edukasimu, 2(2).
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Analisis lansia di Indonesia.
Radharisnawati, N., dkk. (2017). Hubungan status gizi ibu menyusui dengan produksi ASI. Jurnal Keperawatan.
Rahayu, A., dkk. (2018). Study guide: Stunting dan upaya pencegahannya bagi mahasiswa kesehatan masyarakat. CV Mine.
Salim, N. A., dkk. (2024). Pencegahan dan penanganan stunting. Eureka Media Aksara.
Scientific Advisory Committee on Nutrition. (2017). Feeding in the first year of life. TSO.
Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. (2021). Pedoman konvergensi program/kegiatan percepatan pencegahan stunting. TNP2K.
The Lancet. (2021). Series on maternal and child undernutrition: Evidence-based interventions for the next decade.
UNICEF. (2019). The state of the world’s children.
UNICEF. (2020). Feeding the next generation: Improving the quality of complementary foods and feeding practices for infants and young children. UNICEF.
Utomo, M. P. (2020). Buku lansia. LP3M UMY.
Uu, G. (2022). Amino acids: Biochemistry and nutrition. CRC Press.
World Health Organization. (2006). WHO child growth standards.
World Health Organization. (2013). Guideline: Updates on the management of severe acute malnutrition.
World Health Organization. (2016). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience.
World Health Organization. (2018a). Ageing and health.
World Health Organization. (2018b). Guideline: Intermittent iron and folic acid supplementation in menstruating women.
World Health Organization. (2021). Improving early child development: WHO guideline. WHO.
Wu, G., et al. (2014). Dietary protein intake and human health. Food & Function, 5(3), 393–408.
Yuliana, R. (2023). Buku saku SIPENTING (Strategi pencegahan stunting) Kelurahan Temindung Permai. Implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XIV.
Yulianti, D., dkk. (2023). Faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil. Jurnal Kesehatan.
Downloads
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


