KAJIAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN IPS PERSPEKTIF TEORETIS DAN PRAKTIK INOVATIF PENDIDIKAN ABAD KE-21

Authors

Arnie Fajar

Keywords:

Kurikulum, Pembelajaran, IPS

Synopsis

Buku Kajian Kurikulum dan Pembelajaran IPS: Perspektif Teoretis dan Praktik Inovatif Pendidikan Abad ke-21 membahas secara komprehensif landasan teoretis, pendekatan pedagogis, serta inovasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam konteks perkembangan pendidikan kontemporer.
Pembahasan dalam buku ini mencakup konsep kurikulum, teori-teori belajar, model dan strategi pembelajaran, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran beserta asesmennya, hingga isu-isu mutakhir seperti literasi digital, pendidikan karakter, globalisasi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran IPS.
Dengan memadukan perspektif akademik dan praktik inovatif, buku ini dirancang untuk membantu mahasiswa, pendidik (dosen dan guru), serta praktisi pendidikan dalam memahami sekaligus mengimplementasikan pembelajaran IPS yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.
Penyajian materi yang sistematis, berbasis literatur nasional dan internasional, serta dilengkapi dengan contoh penerapan di lapangan menjadikan buku ini sebagai referensi penting dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran IPS di Indonesia.
Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS serta mendorong terwujudnya pendidikan yang transformatif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, E. W. (2013). Pendidikan IPS berbasis karakter.

Australian Curriculum, Assessment and Reporting Authority (ACARA). (2022). Australian curriculum: Humanities and social sciences.

Afandi, A., Hidayat, R., & Nugroho, D. (2021). Indonesian Partnership for 21st Century Skill Standard (IP 21CSS) untuk Pendidikan Abad 21. Jurnal Pendidikan dan Inovasi, 5(2), 45–59. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii/article/view/11647

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2010). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing. Longman.

Arikunto, S. (2019). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, A. (2017). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ausubel, D. P., Novak, J. D., & Hanesian, H. (1978). Educational Psychology: A Cognitive View. New York: Holt, Rinehart & Winston.

Australian Curriculum, Assessment and Reporting Authority. (2022). Australian curriculum: Humanities and social sciences.

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Banks, J. A. (2008). Teaching strategies for ethnic studies. Pearson.

Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education (6th ed.). Routledge.

Barr, R. D., Barth, J. L., & Shermis, S. S. (1977). Defining the Social Studies. National Council for the Social Studies.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Barrows, H. S. (1986). A taxonomy of problem-based learning methods. Medical Education.

Beers, S. Z. (2011). 21st century skills: Preparing students for their future. ASCD.

Black, P., & Wiliam, D. (2009). Developing the theory of formative assessment. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 21(1), 5–31.

Brookhart, S. M. (2017). How to Give Effective Feedback to Your Students. Alexandria: ASCD.

Bruner, J. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.

Cornelius-White, J. (2007). Learner-Centered Teacher-Student Relationships Are Effective: A Meta-Analysis. Review of Educational Research, 77(1), 113–143.

Counts, G. S. (1932). Dare the school build a new social order? John Day.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1984). Kurikulum 1984: Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Jakarta: Depdikbud.

Department for Education. (2021). National curriculum in England: History and geography programmes of study. London: UK Government.Dewantara, K. H. (2004). Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dewey, J. (1916). Democracy and education. Macmillan.

Ennis, R. H. (2011). The nature of critical thinking. University of Illinois.

Facione, P. A. (2015). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. California: Insight Assessment.

Fajar, A. (2009). Portofolio dalam pembelajaran IPS. Remaja Rosdakarya.

Fajar, A; & Muriman,C. (2018). Prevention of corruption through anti-corruption education Annual Civic Education Conference (ACEC 2018), 646-649.

Fajar, A. (2022). Pendidikan antikorupsi: Menciptakan pemahaman gerakan dan budaya antikorupsi. Widina Bhakti Persada.

Fajar, A. (2024). Pengantar pendidikan antikorupsi (teori, metode, dan praktik). Widina Media Utama.

Fajar, A. (2025). Strategi pembelajaran abad 21. Widina Media Utama.

Ferrari, A. (2012). Digital Competence in Practice: An Analysis of Frameworks. Luxembourg: Publications Office of the European Union.

Finnish National Agency for Education. (2016). National core curriculum for basic education.

Fitria, N., Sari, M., & Nugroho, A. (2022). Pengembangan Soal HOTS dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan IPS, 10(2), 45–58.

Fosnot, C. T. (2013). Constructivism: Theory, Perspectives, and Practice. New York: Teachers College Press.

Friedman, T. L. (2005). The world is flat. Farrar, Straus and Giroux.

Gagné, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (2005). Principles of Instructional Design. Belmont: Wadsworth.

Garrison, D. R., & Vaughan, N. D. (2008). Blended learning in higher education. Jossey-Bass.

Giddens, A. (2000). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Routledge.

Giddens, A. (2010). Sociology (6th ed.). Polity Press.

Gilbert, R., & Hoepper, B. (2017). Teaching humanities and social sciences. Cengage.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley.

Gulikers, J. T. M., Bastiaens, T. J., & Kirschner, P. A. (2004). A Five-Dimensional Framework for Authentic Assessment. Educational Technology Research and Development, 52(3), 67–86.

Hamalik, O. (2008). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, O. (2010). Pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Hamalik, O. (2015). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara.

Hidayat, R., & Fadli, M. (2021). Pengaruh model kooperatif terhadap keterampilan sosial peserta didik IPS. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(2), 55–66.

Hidayat, A., & Suryadi, A. (2019). Pembelajaran IPS berbasis isu global untuk meningkatkan kesadaran global siswa. Jurnal Pendidikan IPS, 11(2), 145–158.

Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: A plan of action. Aspen Institute.

Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial intelligence in education: Promises and implications for teaching and learning. Center for Curriculum Redesign.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Ghalia Indonesia.

Jonassen, D. H. (1999). Designing Constructivist Learning Environments. In C. Reigeluth (Ed.), Instructional-Design Theories and Models. Mahwah: Lawrence Erlbaum.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning. Corwin Press.

Johnson, E. B. (2014). Contextual Teaching and Learning. Bandung: Kaifa.

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Models of Teaching. Pearson.

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2016). Models of Teaching. Boston: Pearson.

Kaelan. (2013). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Kemendiknas. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Kurikulum 2013: Kompetensi dasar dan struktur kurikulum. Jakarta: Kemendikbud.

Kemendikbudristek. (2023). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbudristek.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20–24 Tahun 2016 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Kemendikbud. (2016). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.

Kemendikbud. (2016). Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan pendidikan karakter.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum Merdeka: Kerangka dasar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Profil Pelajar Pancasila.

Kemendikbudristek. (2022). Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbudristek.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2005). Learning Styles and Learning Spaces: A Review of the Experiential learning Theory. In R. R. Sims & S. J. Sims (Eds.), Learning Styles and Learning: A Comprehensive Guide.

Komalasari, K., & Saripudin, D. (2017). Pendidikan karakter berbasis nilai antikorupsi dalam pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(2), 155–167.

KPK. (2019). Pendidikan anti korupsi untuk sekolah. Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lickona, T. (2012). Educating for Character. New York: Bantam Books.

Mahfud, C. (2019). Pendidikan multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Marsh, C. J., & Willis, G. (2007). Curriculum: Alternative approaches, ongoing issues (4th ed.). Pearson.

Marzano, R. J. (2012). A different kind of classroom. ASCD.

Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.

Mayer, R. E. (2020). Multimedia Learning. New York: Cambridge University Press.

McLeod, S. (2020). Maslow’s Hierarchy of Needs. Simply Psychology.

Ministry of Education Singapore. (2021). Social Studies syllabus.

Mischel, W. (1973). Toward a Cognitive Social Learning Reconceptualization of Personality. Psychological Review, 80(4), 252–283.

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2018). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2021). Menjadi Pendidik Penggerak Merdeka Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2021). Manajemen pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (2012). Asas-asas kurikulum. Bumi Aksara.

National Council for the Social Studies. (1994). Expectations of excellence: Curriculum standards for Social Studies. NCSS.

National Council for the Social Studies. (2010). National curriculum standards for Social Studies.

National Council for the Social Studies. (2013). The college, career, and civic life (C3) framework for Social Studies state standards. NCSS.

National Council for the Social Studies. (2017). College, career, and civic life (C3) framework for Social Studies state standards: Guidance for enhancing the rigor of K–12 civics, economics, geography, and history. NCSS

Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. (2014). Educational Assessment of Students. Pearson.

Nugroho, A., & Wijaya, T. (2022). Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(1), 33–45.

OECD. (2018). The future of education and skills: Education 2030. OECD Publishing.

OECD. (2018). Preparing our youth for an inclusive and sustainable world. OECD Publishing.

OECD. (2019). Future of Education and Skills 2030. Paris: OECD Publishing.

Ormrod, J. E. (2016). Educational psychology: Developing learners (8th ed.). Boston: Pearson.

Ornstein, A. C., & Hunkins, F. P. (2018). Curriculum: Foundations, principles, and issues (7th ed.). Pearson.

Ornstein, A. C., & Levine, D. U. (2008). Foundations of education. Houghton Mifflin.

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025, tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada Pendidikan Anak USia Dini (PAUD), Jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Partnership for 21st Century Learning (P21). (2019). Framework for 21st Century Learning. Partnership for 21st Century Skills

Pavlov, I. P. (1927). Conditioned Reflexes. Oxford: Oxford University Press.

Piaget, J. (1970). Science of education and the psychology of the child. Viking.

Piaget, J. (1973). To Understand is to Invent. New York: Grossman.

Prasetyo, E., Rahma, L., & Wulandari, D. (2020). Implementasi problem-based learning dalam pembelajaran IPS di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan IPS, 9(1), 12–23.

Pratiwi, D., Sari, M., & Nugroho, A. (2022). Pengaruh Modul Ajar Kontekstual terhadap Pemahaman Konsep IPS. Jurnal Pendidikan IPS, 10(1), 35–48.

Pratiwi, D., & Nugroho, A. (2021). Pengaruh Soal HOTS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa IPS. Jurnal Pendidikan Sosial, 8(2), 40–52.

Pratiwi, N., & Pritanova, N. (2017). Pengaruh literasi digital terhadap psikologis anak dan remaja. Semantik, 6(1), 11–24.

Popham, W. J. (2017). Classroom Assessment: What Teachers Need to Know. Pearson.

Print, M. (2017). Curriculum development and design. Allen & Unwin.

Putri, A. N., & Hidayat, R. (2020). Penerapan CTL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik IPS. Jurnal Pendidikan IPS, 8(1), 23–32.

Rahmawati, D., Sari, M., & Nugroho, A. (2018). Efektivitas CTL dalam pembelajaran IPS di sekolah menengah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(2), 45–57.

Rahmawati, D., Putra, R., & Fadli, M. (2021). Pengembangan LKPD Berbasis HOTS dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 7(2), 55–69.

Rahmawati, I., Supriatna, N., & Sapriya. (2021). Blended learning dalam pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 30(1), 45–57.

Rogers, C. R. (1969). Freedom to Learn. Columbus: Merrill.

Rotter, J. B. (1954). Social Learning and Clinical Psychology. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson.

Saavedra, A. R., & Opfer, V. D. (2012). Learning 21st-Century Skills Requires 21st-Century Teaching. Phi Delta Kappan, 94(2), 8–13.

Sadler, D. R. (1989). Formative assessment and the design of instructional systems. Instructional Science, 18(2), 119–144.

Sahlberg, P. (2015). Finnish lessons 2.0. Teachers College Press.

Sani, R. A. (2022). Pembelajaran Berbasis Aktivitas. Jakarta: Bumi Aksara.

Sanjaya, W. (2010). Kurikulum dan pembelajaran. Kencana.

Sanjaya, W. (2016). Kurikulum dan pembelajaran: Teori dan praktik pengembangan KTSP. Kencana.

Sanjaya, W. (2019). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, W. (2023). Paradigma baru pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Kencana.

Sapriya. (2017). Pendidikan IPS: Konsep dan pembelajaran. Remaja Rosdakarya.

Sapriya. (2023). Pendidikan IPS: Konsep, pembelajaran, dan pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Saputra, A., & Putri, D. (2021). Efektivitas project-based learning dalam pembelajaran IPS di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Inovasi, 6(2), 35–46.

Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.

Schunk, D. H. (2012). Learning Theories: An Educational Perspective (6th ed.). Boston: Pearson.

Sim, J. B. Y. (2012). Social Studies curriculum in Singapore. Springer.

Skinner, B. F. (1974). About Behaviorism. New York: Knopf.

Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice (12th ed.). Pearson.

Smaldino, S. E., Lowther, D. L., & Russell, J. D. (2015). Instructional Technology and Media for Learning. Boston: Pearson.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Somantri, M. N. (2001). Menggagas pembaruan pendidikan IPS. Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. (2005). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. (2017). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugihartono, A. (2020). Penerapan blended learning pada pembelajaran IPS sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 5(2), 40–51.

Sukiman. (2018). Penilaian Autentik dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sukmadinata, N. S. (2012). Pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Suryadi, A. (2014). Pendidikan Indonesia menuju 2025. Remaja Rosdakarya.

Suryani, N., & Hamzah, A. (2021). Efektivitas Modul Ajar IPS Kontekstual terhadap Motivasi Belajar. Jurnal Pendidikan Sosial, 8(1), 21–33.

Suryani, N., & Hamzah, A. (2021). Efektivitas Penilaian Autentik dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Sosial, 9(1), 18–30.

Susanto, A. (2014). Pengembangan pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jakarta: Kencana

Suyanto; & Jihad, A. (2013). Menjadi Pendidik Profesional: Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Pendidik di Era Global. Jakarta: Esensi Erlangga Group.

Suyanto, S., Wibowo, Y., & Nugroho, A. (2020). Project-based learning berbasis isu lokal dalam pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(1), 21–33.

Suyanto. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. UNY Press.

Thorndike, E. L. (1911). Animal Intelligence. New York: Macmillan.

Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan. Grasindo.

Tilaar, H. A. R. (2009). Membenahi pendidikan nasional. Rineka Cipta.

Tilaar, H. A. R. (2012). Kaleidoskop pendidikan nasional. Kompas.

Tilaar, H. A. R. (2012). Multikulturalisme: Tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.

Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. San Rafael: Autodesk Foundation.

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom. ASCD.

Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (3rd ed.). ASCD.

Topping, K. J. (2017). Peer assessment: Learning by judging and discussing the work of other learners. Interdisciplinary Education and Psychology, 1(1), 1–17.

Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.

Trianto. (2014). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.

Trianto. (2019). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Kencana.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco: Jossey-Bass.

Tyler, R. W. (1949/2013). Basic principles of curriculum and instruction. Chicago: University of Chicago Press.

UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills. UNESCO.

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education.

Uno, H. B. (2011). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.

Uno, H. B. (2021). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Wibowo, A., & Lestari, D. (2020). Lingkungan sebagai Sumber Belajar IPS. Jurnal Pendidikan Geografi, 5(2), 44–56.

Widodo, A., & Kadarwati, S. (2013). Problem-based learning dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(1), 45–52. https://doi.org/10.15294/jpii.v2i1.2504.

Wiggins, G. (1998). Educative Assessment. San Francisco: Jossey-Bass.

Wulan, A. R., & Rusman. (2020). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Yakman, G. (2008). STEAM education: An overview of creating a model of integrative education. Virginia Polytechnic Institute.

Zawacki-Richter, O., et al. (2019). Systematic review of research on artificial intelligence applications in higher education. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 16(39), 1–27.

Downloads

Published

June 27, 2026

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-634-317-023-5

How to Cite

Fajar, A. (2026). KAJIAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN IPS PERSPEKTIF TEORETIS DAN PRAKTIK INOVATIF PENDIDIKAN ABAD KE-21. Widina Media Utama. https://doi.org/10.59818/je7jay52