PEKARANGAN DAN KETAHANAN PANGANKearifan Lokal dan Praktik Pengelolaan BerkelanjutanMasyarakat Adat Suku Besar Arfak di Manokwari
Keywords:
pekarangan, ketahanan pangan (food security), Suku Besar Arfak, kearifan lokal (local wisdom), praktik berkelanjutan, Manokwari, Papua Barat, pengelolaan lahanSynopsis
Buku PEKARANGAN DAN KETAHANAN PANGAN: Kearifan Lokal dan Praktik Berkelanjutan Suku Besar Arfak di Manokwari membahas peran penting pekarangan dalam kehidupan masyarakat adat Suku Besar Arfak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pembahasan diawali dengan pengenalan tentang hubungan pekarangan dengan ketahanan pangan, kondisi lingkungan Papua, serta nilai budaya masyarakat Arfak yang hidup dekat dengan alam. Buku ini juga menjelaskan konsep pekarangan berkelanjutan, hubungan antara pangan dan lingkungan, serta pentingnya kearifan lokal dalam pengelolaan lahan rumah tangga. Pembaca akan memperoleh gambaran mengenai kehidupan masyarakat Arfak, kondisi wilayah dataran rendah dan dataran tinggi, serta tradisi pengelolaan pekarangan yang diwariskan secara turun-temurun. Penjelasan disusun secara sederhana, humanis, dan mudah dipahami sehingga dapat dibaca oleh masyarakat umum, mahasiswa, maupun kalangan akademisi. Bagian selanjutnya membahas tipologi pekarangan masyarakat Arfak, zonasi tanaman, praktik pengelolaan pekarangan berkelanjutan, hingga peran pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Buku ini juga mengulas keterlibatan perempuan, keluarga, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pangan berbasis rumah tangga. Pembahasan mengenai tantangan modernisasi, perubahan lingkungan, pendidikan, penyuluhan, serta dukungan pemerintah dan lembaga adat turut melengkapi isi buku ini. Pada bagian akhir, buku menegaskan bahwa pekarangan bukan hanya sumber pangan, tetapi juga ruang pembelajaran, pelestarian budaya, dan solusi ketahanan pangan berkelanjutan di Papua maupun wilayah lainnya di Indonesia. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, dan motivasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan secara lebih bijaksana dan berkelanjutan.
Downloads
References
Altieri, M. A. (2018). Agroecology: The science of sustainable agriculture (3rd ed.). Boca Raton, FL: CRC Press.
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2017). Agroecology: A brief account of its origins and currents of thought in Latin America. Agroecology and Sustainable Food Systems, 41(3–4), 231–237.
Altieri, M. A., & Toledo, V. M. (2016). The agroecological revolution in Latin America: Rescuing nature, ensuring food sovereignty and empowering peasants. Journal of Peasant Studies, 38(3), 587–612.
Arifin, H. S., Munandar, A., Schultink, G., & Kaswanto, R. (2018). The role and sustainability of home gardens in Indonesia. Journal of Regional and City Planning, 29(2), 123–134.
Ashari, Saptana, & Purwantini, T. B. (2016). Potensi dan prospek pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30(1), 13–30.
Badan Pangan Nasional. (2023). Laporan ketahanan pangan nasional tahun 2023. Jakarta: Badan Pangan Nasional Republik Indonesia.
Badan Pusat Statistik Papua Barat. (2024). Papua Barat dalam angka 2024. Manokwari: BPS Papua Barat.
Berkes, F. (2018). Sacred ecology (4th ed.). New York, NY: Routledge.
Conservation International. (2020). Biodiversity of Bird’s Head Papua. Jakarta: Conservation International Indonesia.
Food and Agriculture Organization. (2017). The future of food and agriculture: Trends and challenges. Rome: FAO.
Galhena, D. H., Freed, R., & Maredia, K. M. (2015). Home gardens: A promising approach to enhance household food security and wellbeing. Agriculture & Food Security, 2(8), 1–13.
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge: Cambridge University Press.
IPCC. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge: Cambridge University Press.
Kehlenbeck, K., Maass, B. L., & Kotschi, J. (2018). Traditional homegardens and agrobiodiversity management in Southeast Asia. Biodiversity and Conservation, 17(2), 1–15.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan. Jakarta: KLHK Republik Indonesia.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Pedoman pemanfaatan pekarangan pangan lestari. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mansoben, J. R. (2016). Sistem politik tradisional di Papua. Jakarta: LIPI Press.
Mulyoutami, E., Rismawan, R., & Joshi, L. (2015). Pengetahuan lokal dan praktik pengelolaan pekarangan masyarakat Indonesia. Jurnal Agroforestri Indonesia, 10(2), 45–58.
Nababan, A., Sibarani, R., & Santosa, D. A. (2018). Indigenous knowledge and local food sustainability in eastern Indonesia. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(1), 15–28.
Soemarwoto, O. (2016). Ekologi, lingkungan hidup dan pembangunan (edisi revisi). Jakarta: Djambatan.
Timmer, C. P. (2015). Food security and scarcity: Why ending hunger is so hard. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2021). Indigenous knowledge and sustainable development. Paris: UNESCO.
World Health Organization. (2019). WHO global report on traditional and complementary medicine 2019. Geneva: WHO.
Downloads
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


