GENDER & HUKUM KELUARGA ISLAM

Authors

Hetty Ismainar; Theo Alif Wahyu Sabubu; Rasdiana; Wa Ode Zuliarti; Muh. Sudirman; Muslih; Heryani; Afrizal; Ainul Mardhiah; Suhartini; Mustaring

Keywords:

Gender, Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), Patriarki (Patriarchy), Feminisme Islam (Islamic Feminism), Ijtihad, Keadilan (Justice), Reformasi Hukum (Legal Reform)

Synopsis

Buku Gender & Hukum Keluarga Islam merupakan karya kolaboratif sejumlah akademisi yang mengkaji secara mendalam relasi antara konsep gender dan berbagai aspek hukum keluarga dalam Islam. Pembahasannya diawali dengan memetakan perbedaan antara seks sebagai fakta biologis yang bersifat tetap dan gender sebagai konstruksi sosial yang dinamis. Dari titik tolak ini, para penulis mengurai bagaimana budaya patriarki kerap menyusup ke dalam interpretasi teks keagamaan, sehingga melahirkan ketentuan-ketentuan yang tidak selalu mencerminkan semangat keadilan yang menjadi inti ajaran Islam.

Satu per satu institusi hukum keluarga Islam kemudian ditelaah melalui kacamata gender. Perkawinan, wali nikah, mahar, poligami, perceraian, nafkah, pengasuhan anak, hingga waris dianalisis secara kritis untuk memperlihatkan di mana letak ketegangan antara teks normatif dan praktik sosial. Dalam setiap bahasan, para penulis berupaya membedakan mana yang merupakan ketentuan syariat yang bersifat prinsipil dan mana yang merupakan produk tafsir manusia yang terbuka untuk dikaji ulang.

Isu-isu kontemporer seperti kekerasan dalam rumah tangga, perkawinan anak, dan pergeseran peran ekonomi perempuan turut dihadirkan untuk menunjukkan bahwa hukum keluarga Islam tidak bisa dibaca secara statis. Buku ini menutup pembahasannya dengan menelusuri gerakan feminisme Islam dan reformasi hukum keluarga di berbagai negara Muslim, seraya menegaskan bahwa ijtihad berperspektif gender adalah respons yang sah dan niscaya terhadap tuntutan zaman bukan bentuk penolakan terhadap Islam, melainkan upaya untuk mengembalikannya pada nilai keadilan yang paling mendasar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adzima, F. (2024). Women’s contribution in society: An Islamic perspective. Jurnal Studi Gender dan Anak, 12(1). https://doi.org/10.32678/jsga.v12i01.12287

Afidah, I. (2024). Promoting gender equality and empowerment: A Quranic and Hadith perspective on women's roles in Islam. Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 7(2), 252–270. https://doi.org/10.15575/diroyah.v7i2.25177

Agustina, A. M., & Ismah, N. (2024). Challenging traditional Islamic authority: Indonesian female ulama and the fatwa against forced marriages. Journal of Islamic Law, 5(1), 125–146. https://doi.org/10.24260/jil.v5i1.2319

Ahmed, A., Harun, H. Z., & Yunusa, U. A. (2026). Gender and religious authority in Muslim communities: A systematic qualitative literature review (2000–2025). Ishraqi, 24(2), 381–396. https://doi.org/10.23917/ishraqi.v24i2.13284

Azizah, N. (2020). Reinterpretasi peran gender dalam hukum keluarga Islam kontemporer. Jurnal Hukum Islam, 18(2), 145–160.

Begum, M. S. I., Ismail, I., Yaakob, Z., Razick, A. S., & Abdullah, M. M. A. (2024). Gender equity in Muslim family law: Modern and contemporary ‘ulamā’’s view. Al-Ahkam, 34(2), 221–256. https://doi.org/10.21580/ahkam.2024.34.2.20773

Djidin, M. (2024). Gender equality and family harmony in the Qur'anic perspective. AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 17(2), 124–134. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v17i2.11067

Fauzi, M. (2022). Gender dan maqashid syariah dalam hukum keluarga Islam. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 32(1), 75–92.

Fitryansyah, M. A. (2024). Understanding gender justice: Asma Barlas perspective on women and the Qur’an. Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak, 8(1), 107–122. https://doi.org/10.21274/martabat.2024.8.1.107-122

Hidayati, S. (2021). Sosialisasi gender dalam keluarga Muslim: Studi perspektif sosiologis. Jurnal Sosiologi Islam, 11(1), 45–60.

Karimullah, S. S., Mukhid, M., Ibrahim, Z. S., & Muhajir, M. (2024). Rethinking gender in Islamic law. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 23(1), 99–113. https://doi.org/10.14421/musawa.2024.223.99-113

Khairunnisa, K., Arifin, Y., & Putri, N. (2025). Islamic legal reform and gender justice: Reinterpreting fiqh in the context of contemporary Muslim societies. Journal of Interdisciplinary Islamic Studies Review, 1(1), 24–30.

Lestari, P. A. (2024). Gender equity in Islamic marriage and divorce: A narrative review. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 2(4), 1–15.

Nadirah, S. (2023). Reimagining Islamic scholarship: Integrating psychology, gender, and public policy. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 1(3).

Nuraini, L. (2023). Konstruksi gender dalam praktik keluarga Muslim modern. Jurnal Studi Gender dan Islam, 15(1), 33–50.

Nurhidayah, A., Tasbih, & Tangareng, T. (2024). Gender equality education in the perspective of Hadith. SALIHA: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2).

Rahman, A. (2021). Seks dan fitrah manusia dalam perspektif Al-Qur’an. Tafsir dan Hadis Journal, 9(2), 201–215.

Sari, D., & Hidayat, R. (2022). Analisis konsep gender dalam studi Islam kontemporer. Jurnal Sosial Keagamaan, 14(3), 89–104.

Shiddieqy, A. A., Zaman, A. R. B., Faqihah, S., Fathoni, M. N., & Madina, D. D. (2025). Integrating Islamic family law and gender equality: A comparative study of legal reform and social norms in contemporary Indonesia and Morocco. Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2), 165–190.

Sholihah, H., Widiawati, N. N., & Awang Damit, M. K. N. H. (2024). Reinterpretation of justice in Islamic inheritance rights based on gender. Al-’Adalah, 21(1), 101–124. https://doi.org/10.24042/adalah.v21i1.21256

Smith-Hefner, N. J. (2025). Gender and Islam in Indonesian studies: A retrospective. Studia Islamika, 32(1), 75–99.

Syarifah, Z. I., Cipta, H., & Syukron, A. (2025). Deconstructing misogynistic interpretations: A gender-just fiqh approach to the role of women in family and career. Ulumuna, 29(2), 755–793. https://doi.org/10.20414/ujis.v29i2.1759

Wakia, N., Ahmad, L. O. I., & Sakka, A. R. (2024). The Hadith on pursuing knowledge for women as a reflection of gender equality in Islamic jurisprudence. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 11(2), 152–165.

Widodo, M., & Zakaria, A. (2026). Equality and complementarity in the Qur'an: A thematic exegesis of gender relations. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 5(2).

Amir Syarifuddin. (2009). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Majelis Ulama Indonesia. (2011). Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Moh. Idris Ramulyo. (1996). Hukum Perkawinan Islam: Suatu Analisis dari UU No. 1 Tahun 1974 & Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Mustofa Hasan. (2011). Pengantar Hukum Keluarga. Bandung: CV Pustaka Setia.

Slamet Abidin, & H. Aminuddin. (1999). Fiqih Munakahat I. Bandung: Pustaka Setia.

Soemiyati. (1999). Hukum Perkawinan Islam & Undang-Undang Perkawinan. Yogyakarta: Liberty.

Sulaiman Al-Faifi. (2010). Mukhtashar Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq. Solo: PT Aqwam Media Profetika.

Umar Haris Sanjaya, & Ainur Rahim Faqih. (2017). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Gama Media.

Zainudin Ali. (2012). Hukum Perdata Islam. Jakarta: Sinar Grafika.

Aisyah, S. (2022). Otoritas wali dan hak perempuan dalam perkawinan. Jurnal Al-Ahwal, 15(2), 145.

Aisyah, S. (2023). Kritik terhadap konsep wali mujbir dalam perkawinan Islam. Jurnal Gender dan Islam, 6(1), 52.

Al-Jaziri, A. (2003). Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba‘ah (Jilid 4). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Jaziri, A. A.-R. (2013). Kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba‘ah (Jilid 4). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Ash-Shiddieqy, H. (1990). Hukum-Hukum Fiqh Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Auda, J. (2018). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: IIIT.

Az-Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Fadli, M. R. (2022). Peran wali dalam perspektif fiqh klasik. Jurnal Hukum Islam, 15(1), 88.

Fauzi, A. (2021). Kedudukan wali dalam perspektif hukum Islam dan implementasinya di Indonesia. Jurnal Al-Ahwal, 14(2), 123.

Fauzi, A. (2022). Pendekatan hermeneutika dalam memahami hadis wali nikah. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 5(2), 98.

Huda, N. (2023). Patriarki dan hukum keluarga Islam: Analisis gender. Jurnal Sosio-Religia, 21(1), 89.

Huda, N. (2023). Rekonstruksi konsep wali dalam hukum perkawinan Islam. Jurnal Hukum Islam, 16(1), 75.

Louis Ma‘luf. (1986). Al-Munjid fi al-Lughah wa al-A‘lam. Beirut: Dar al-Masyriq.

Marlina, L. (2022). Hak perempuan dalam akad nikah perspektif Mazhab Hanafi. Jurnal Syariah Kontemporer, 4(1), 73.

Marlina, R. (2023). Perlindungan hak perempuan melalui wali hakim dalam perkawinan. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2), 102.

Marlina, R. (2023). Wali adhal dan perlindungan hak perempuan dalam perkawinan. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2), 98.

Mughniyah, M. J. (2001). Fiqh Lima Mazhab. Jakarta: Lentera.

Mulia, M. (2019). Islam Menggugat Poligami. Jakarta: Gramedia.

Mulyani, L. (2024). Kritik gender terhadap konsep wali dalam hukum perkawinan Islam. Jurnal Gender dan Hukum, 3(1), 56.

Qudamah, I. (1994). Al-Mughni (Jilid VII). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Rahmawati, S. (2020). Analisis yuridis kedudukan wali dalam Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Al-Qanun, 24(1), 67.

Rahmawati, S. (2022). Persetujuan perempuan dalam perkawinan perspektif hukum Islam. Jurnal Al-Ahwal, 15(2), 150.

Rofiah, N. (2020). Nalar Kritis Muslimah. Yogyakarta: Afkaruna.

Rofiah, N. (2020). Nalar Kritis Muslimah. Yogyakarta: Afkaruna.

Rofiah, N. (2020). Nalar Kritis Muslimah. Yogyakarta: Afkaruna.

Rushdi, I. (2010). Bidayat al-Mujtahid (Jilid 2). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Sabiq, S. (1995). Fiqh al-Sunnah (Jilid 2). Kairo: Dar al-Fath.

Shihab, M. Q. (2021). Maqashid Syariah dalam Perspektif Hukum Islam Modern. Jakarta: Lentera Hati.

Susanti, R. (2024). Wali adhal dalam perspektif hukum Islam dan perlindungan hak perempuan. Jurnal Hukum Keluarga, 5(2), 99.

Syamsuddin, A. K. (2021). Rekonstruksi Hukum Keluarga Islam Berbasis Maqashid Syariah. Jakarta: Kencana.

Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Umar, N. (2014). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Dian Rakyat.

Wadud, A. (1999). Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. New York: Oxford University Press.

Zahrah, M. A. (1957). Al-Ahwal al-Syakhshiyyah. Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi.

Zainuddin, A. (2021). Relevansi hadis wali dalam penetapan hukum nikah. Jurnal Studi Hadis, 7(2), 134.

Ahmad Syafii Maarif. (2015). Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan. Bandung: Mizan.

Al-Jaziri, A. (2003). Kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba‘ah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Qaradawi, Y. (2001). Fiqh al-Usrah al-Muslimah. Kairo: Maktabah Wahbah.

Al-Shatibi, A. I. (1997). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shariah (Jilid 2). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Syatibi, A. I. (t.t.). Al-Muwafaqat fi Usul al-Syari‘ah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Amal, T. A. (2016). Fazlur Rahman dan Usaha-usaha Neo-Modernisme Islam Dewasa Ini. Bandung: Mizan.

An-Na’im, A. A. (2015). Islam and the Secular State. Cambridge: Harvard University Press.

Auda, J. (2016). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT.

Az-Zuhaili, W. (edisi terbaru). Tafsir al-Munir (Jilid V). Damaskus: Dar al-Fikr.

Az-Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Jilid VII). Damaskus: Dar al-Fikr.

Charrad, M. M. (2016). States and Women’s Rights. Berkeley: University of California Press.

DeLong-Bas, J. L. (2019). Women in Muslim Family Law. Syracuse: Syracuse University Press.

S., dkk. (2024). The dialectic of polygamy in the thought of classical and contemporary ulama. Al Quds: Jurnal Studi Alquran dan Hadis, 8(2), 365–377.

Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hidayah, L. N. (2020). Pandangan Mufasir Klasik dan Modern Terkait Poligami. Jakarta: Tesis, Institut PTIQ Jakarta.

Huda, N. (2017). Poligami dalam perspektif antropologi dan hukum keluarga. Jurnal Al-Ahwal, 145.

Indonesia, Kementerian Agama. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Khoiriyah, W. N. (2024). Tafsir aplikatif: Poligami dalam perspektif ulama klasik dan kontemporer. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 9(1), 84–100.

Madawi Al-Rasheed. (2016). A Most Masculine State. Cambridge: Cambridge University Press.

Mir-Hosseini, Z. (2016). Family law reform in Muslim contexts. Journal of Islamic Studies, 27(3), 340–342.

Mohamad, M. (2018). Malaysia’s Syariah courts and polygamy. Asian Journal of Law and Society, 5(2), 289–292.

Mulia, M. (2004). Islam Menggugat Poligami. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mulia, S. M. (2004). Islam Menggugat Poligami. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mulia, S. M. (2004). Islam Menggugat Poligami. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mulia, S. M. (2018). Reinterpretasi poligami dalam perspektif keadilan gender. Jurnal Perempuan, No. 98, 15–18.

Mulia, S. M. (2019). Muslimah Reformis: Perempuan Pembaru Keagamaan. Bandung: Mizan.

Munawar-Rachman, B. (2018). Rekonstruksi Pemikiran Islam. Jakarta: Paramadina.

Nasution, K. (2016). Hukum Perkawinan Islam Indonesia. Yogyakarta: ACAdeMIA.

Nasution, K. (2016). Hukum Perkawinan Islam Indonesia. Yogyakarta: ACAdeMIA.

Nasution, K. (2020). Hukum Perkawinan Islam Kontemporer. Yogyakarta: ACAdeMIA.

Nur, I. (2021). Dampak poligami terhadap kesehatan mental perempuan. Jurnal Psikologi Islam, 7(2), 156.

Putra, M. L. (2022). Dialektika poligami dengan feminisme. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies, 4(1).

Rahman, F. (2017). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

RI, Departemen Agama. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Ridha, M. A. (2011). Tafsir al-Manar (Vol. 4). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Rofiah, N. (2020). Nalar Kritis Muslimah. Bandung: Afkaruna.

Sabiq, S. (1983). Fiqh al-Sunnah (Jilid 2). Beirut: Dar al-Fikr.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah (Vol. 2). Jakarta: Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2005). Perempuan: Dari Cinta sampai Seks, Dari Nikah Mut’ah sampai Nikah Sunnah, Dari Bias Lama sampai Bias Baru. Jakarta: Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2007). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2017). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an (Vol. 2). Jakarta: Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2018). Perempuan. Jakarta: Lentera Hati.

Sonneveld, N. (2017). Khul‘ Divorce in Egypt. Cairo: American University in Cairo Press.

Uma, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Wulan Nur Diana, & Siti Nur Khoiriyah. (2024). Poligami dalam perspektif tafsir klasik dan modern. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 9(1), 90–92.

Abd. Rahman Ghazaly. (2013). Fiqih Munakahat. Jakarta: Prenada Media.

Amir Nuruddin, & Azhari Akmal. (2006). Hukum Perdata Islam di Indonesia: Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam. Jakarta: Kencana.

Atiqah Hamid. (2016). Paling Lengkap & Praktis Fiqih Wanita. Jakarta: Diva Press.

Ghazaly, A. R. (2006). Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Karen Lebacqz. (1986). Teori-Teori Keadilan. Indianapolis: Augsburg Publishing House.

Kementerian Agama RI. (2018). Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah.

Satria Effendi. (2005). Ushul Fiqh. Jakarta: Prenada Media.

Al-Ashfahani, A. S. A. bin H. bin A. (n.d.). Matan Abi Suja’. Maktabah Jumhuriyah al-Arabiyah. https://dn790002.ca.archive.org/0/items/waq7561/7561.pdf

Al-Bakri, A. A. (2007). Tafsir At-Thabari (Cet. 4). Pustaka Azzam.

Ayyub, S. H. (2006). Fiqih Keluarga (M. Abdul Ghafar EM, Penerj., Cet. 5). Pustaka al-Kautsar.

Farah, N. (2020). Pergeseran peran gender: Studi kasus multiperan TKW di Desa Purwajaya Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. 2(2).

Hidayat, M. (2025). Nafkah istri dalam rumah tangga modern: Analisis maqashid syari’ah terhadap status nafkah istri. 165–180. https://doi.org/10.30868/am.v13i03.9204

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Kartikaningsih, Y., Malang, U. I., & Malang, U. I. (2024). Tinjauan hukum Islam terhadap istri pencari nafkah keluarga sebagai buruh pabrik (Studi kasus di Desa Wonoagung Kec. Kasembon Kabupaten). 04(01), 1–21.

Khuluq, M. K. (2020). Gugatan Nafkah sebagai Alternatif Solusi Selain Perceraian. Mahkamah Agung RI, Badan Peradilan Agama.

Manzur, I. (1985). Lisanul Arab (Jilid 10). Nasyru Adab al-Hauzah. https://archive.org/details/01_20210525_20210525_0314/10/page/n1/mode/2up

Marfu’ah, M. (2020). Hukum Fiqih Seputar Nafkah (Cet. 1). Jakarta: Rumah Fiqih Publishing.

Muhiyuddin. (2020). Tinjauan konsep nafkah di era digital perspektif Imam Syafi’i. Jurnal Studi Hukum Islam, 7(1), 79–99.

Mustofa Dib al-Bugha. (2009). Fikih Islam Lengkap: Penjelasan Hukum-Hukum Islam Madzhab Syafi’i. Media Zikir.

Mutianingsih Seki, R. N., dkk. (2026). Pelaksanaan putusan nafkah anak pasca perceraian. 3284–3290.

Nasional, P. B. D. P. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Republik Indonesia, Kementerian Agama. (2018). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. https://simbi.kemenag.go.id/eliterasi/storage/perpustakaan/slims/repository/b5c07c0ce34195adb3cd15ad059b33f2.pdf

RI, Kementerian Agama. (2018). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. https://simbi.kemenag.go.id/eliterasi/storage/perpustakaan/slims/repository/b5c07c0ce34195adb3cd15ad059b33f2.pdf

Rofiq, M. K. (2022). Hukum Acara Peradilan Agama. CV. Rafi Sarana Perkasa.

Shihab, Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.

Shihab, Q. (2005). Tafsir Al-Mishbah (Volume 1). Lentera Hati.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Abdurrahman. (2010). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

Al-Kasani. (1986). Bada’i al-Shana’i fi Tartib al-Shara’i. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Arto, A. M. (2004). Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Az-Zuhaili, W. (2002). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Dawud, A. (1983). Sunan Abu Dawud. Beirut: Dar al-Fikr.

Djamil, M. N. (2013). Anak Bukan untuk Dihukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Ghozali, A. R. (2010). Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana.

Harahap, M. Y. (2025). Hukum Acara Perdata. Jakarta: Sinar Grafika.

Jafar, M. (2024). Tinjauan yuridis hak asuh anak (hadhanah) setelah perceraian menurut Kompilasi Hukum Islam. RECHTSNORMEN: Jurnal Komunikasi dan Informasi Hukum, 29.

Kementerian Agama RI. (2024). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema.

Mahkamah Agung RI. (2016). Peraturan Mahkamah Agung tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, S. (2013). Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Muhammad Abu Rivai, M., & Y. (2025). Penyelesaian sengketa hak asuh anak pasca perceraian menurut perspektif gender, hukum Islam, dan hukum positif di Pengadilan Agama Jember Tahun 2023–2024. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 194.

Muhayah, A. (2024, Desember). Perlindungan terhadap hak anak pasca perceraian menurut hukum Islam dan perundang-undangan di Indonesia. Diakses dari https://pta-samarinda.go.id/artikel-pengadilan/2430-perlindungan-terhadap-hak-anak-pasca-perceraian-menurut-hukum-islam-dan-perundang-undangan-di-indonesia-dra-hj-muhayah-s-h-m-h-dan-drs-h-arpani-s-h-m-h

Mulia, M. (2007). Islam dan Inspirasi Kesetaraan Gender. Jakarta: Kibar Press.

Nasution, K. (2007). Hukum Perkawinan dan Keluarga di Dunia Islam Modern. Yogyakarta: ACAdeMIA.

Nawawi, I. (1996). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab. Beirut: Dar al-Fikr.

Noor, T. (2025). Perlindungan hukum pasca perceraian: Analisis strategi dan implementasi di Indonesia. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan (KIHAN), 62.

Nurfaika Ishak, K. M. (2024). Implementasi hukum Islam dalam pemberian hak asuh anak pasca perceraian di Indonesia. QaḍāuNā.

Qudamah, I. (1994). Al-Mughni. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Rahardjo, S. (2009). Hukum Progresif. Jakarta: Kompas.

Sabiq, S. (2000). Fiqh Sunnah. Kairo: Dar al-Fath.

Shihab, M. Q. (2004). Wawasan Al-Qur’an tentang Keluarga. Jakarta: Lentera Hati.

Soekanto, S. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali.

Suma, M. A. (2004). Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam. Jakarta: RajaGrafindo.

Syarifuddin, A. (2014). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Syukri Saleh, M. R. (2025). Perlindungan hak asuh anak pasca perceraian (hadhanah): Perspektif hukum Islam dan psikologi anak. Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 2830.

Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.

United Nations. (1989). Convention on the Rights of the Child (CRC). New York: United Nations.

Al-Asqalani, Ibnu Hajar. (2015). Fathul Bari: Penjelasan Kitab Shahih Al-Bukhari (Gazirah Abuzar, Penerj.). Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Al-Ghazali, Abu Hamid. (2017). Al-Mustashfa: Menyelami Kedalaman Ushul Fiqh (Kartini dkk., Penerj.). Jakarta: Kencana.

Al-Jaziri, A. R. (2015). Fikih Empat Madzhab (Jilid 3) (Faisal Saleh dkk., Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Mubarakfuri, S. R. (2017). Tuhfatul Ahwadzi: Syarah Jami’ At-Tirmidzi (Jilid 6) (Hanif Yahya, Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Munawi, M. A. R. (2012). Faydhul Qadir: Syarah Al-Jami’ Ash-Shaghir (Amir Hamzah, Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. (2010). Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (Jilid 16) (Muhammad Syu’aib dkk., Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. (2008). Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 5) (Fathul Bahri dkk., Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Sa’di, A. N. (2011). Tafsir Al-Qur’an: Taisirul Karimir Rahman (Muhammad Iqbal dkk., Penerj.). Jakarta: Darul Haq.

Asy-Syafi’i, Muhammad bin Idris. (2008). Al-Risalah: Kitab Ushul Fiqh Pertama di Dunia (Ahmad Fuad, Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Al-Syatibi, Abu Ishaq. (2006). Al-Muwafaqat: Mengungkap Rahasia Hukum Islam (Jilid 2) (Faisal Saleh dkk., Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Blackstone, W. (2016). Commentaries on the Laws of England: Book I: Of the Rights of Persons (D. Lemmings, Ed.). Oxford: Oxford University Press.

Pudja, G., & Sudharta, T. R. (2004). Manawa Dharmasastra (Manu Dharmasastra): Compendium Hukum Hindu. Surabaya: Paramita.

Esposito, J. L., & DeLong-Bas, N. J. (2001). Women in Muslim Family Law (2nd ed.). Syracuse: Syracuse University Press.

Gardner, J. F. (1986). Women in Roman Law and Society. Bloomington: Indiana University Press.

Malik bin Anas. (2018). Al-Muwaththa’ Imam Malik (Khairul Amri Siregar, Penerj.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Ibn ‘Asyur, M. T. (2006). Maqashid al-Syari‘ah al-Islamiyyah. Yordania: Dar al-Nafa’is.

Ibn Qudamah, M. (1997). Al-Mughni (Jilid 6). Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub.

Ibnu Kathir, I. (2000). Tafsir al-Qur’an al-‘Azim (Jilid 2). Riyadh: Dar Taybah.

Mulia, S. M. (2004). Muslimah Reformis: Perempuan Pembaru Keagamaan. Jakarta: Mizan.

Nasir, J. J. (2009). The Islamic Law of Personal Status (3rd ed.). Leiden: Brill.

Nuruddin, A., & Tarigan, A. A. (2004). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Rahman, F. (1986). The status of women in Islam: A modernist interpretation. Dalam H. Papanek & G. Minault (Eds.), Separate Worlds (hlm. 285–310). Delhi: Chanakya Publications.

Sabiq, S. (2009). Fiqh al-Sunnah (Jilid 3). Kairo: Dar al-Fath lil-I‘lam al-‘Arabi.

Sjadzali, M. (1993). Ijtihad Kemanusiaan. Jakarta: Paramadina.

Wadud, A. (1999). Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. New York: Oxford University Press.

Wahyudi, A. (2006). Peradilan Agama di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Abdullah, A. (2017). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Zuhaili, W. (2006). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Amir, S. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Pedoman Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Jakarta: KPPPA.

Engineer, A. A. (2003). The Rights of Women in Islam. New Delhi: Sterling Publisher.

Jassas, A. (1994). Ahkam al-Qur'an. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Nasution, B. J. (2020). Metode Penelitian Ilmu Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Ningsih, F. K. (2020). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan hukum Islam (Studi Putusan Nomor 40/Pid.B/2014/PN.Tais). Qiyas: Jurnal Hukum Islam dan Peradilan, 37.

Komnas Perempuan. (2022). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta.

Komnas Perempuan. (2022). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia. Jakarta: Komnas Perempuan.

Rahardjo, S. (2018). Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Saraswati, R. (2020). Perlindungan hukum terhadap korban KDRT dalam perspektif gender. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.

Shihab, Q. (2017). Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.

Siroj, A. M. (2020). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan hukum Islam. Hakam, 4(2), 7. https://doi.org/10.33650/jhi.v4i2.1638

Syarifuddin, A. (2014). Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Goni, C., J., J., G., Karundeng, M. S., Lumintang, D. W., Tinangon, E. N., & Prayogo, P. (2025). Dampak Pernikahan Dini. Banjarnegara: PT Penerbit Qriset Indonesia.

Musawwamah, S., Maimun., Hariyanto, E., Supraptiningsih, U., & Taufiq, M. (2023). Pencegahan Perkawinan Anak: Regulasi dan Implementasi di Indonesia dan Malaysia. Yogyakarta: CV Bintang Semesta Media.

Zuhaili, W. (2010). Fiqih Imam Syafi’i. Jakarta: PT Niaga Swadaya.

Zuhaili, W. (2011). Fiqih Islam wa Adillatuhu (Jilid 9). Jakarta: Gema Insani.

Alwani, M. F. (2023). Pencegahan perkawinan usia anak di Indonesia perspektif filsafat hukum Islam. Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam, 5(1), 47–56.

Lestari, E., Mukhlas, O. S., & Khosyi’ah, S. (2023). Perkembangan pemikiran hukum usia perkawinan di Indonesia: Sebuah kajian kebijakan pemerintah. Jurnal Birokrasi & Pemerintahan Daerah MINISTRATE, 5(4), 231–237.

Mardian, A., Mufdhalifah, I. W., Gumilar, R. D., Afifah, A., & Desiani, D. (2025). Perkawinan anak: Dampaknya terhadap kesehatan reproduksi dan mental. Jurnal Sosial Teknologi, 5(9), 2360–3670. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i9.32435

Melati. (2021). Perkawinan usia muda di Indonesia dalam perspektif negara dan agama serta permasalahannya. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 1(3), 106–114.

Muhammad, H. S., Nurcahyanti, F. W., & Salahuddin, M. (2023). Problem solving dalam praktik pernikahan dini terhadap pembangunan ketahanan keluarga. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 15(1), 27–41. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v15i1.845

Nasution, E. R., et al. (2025). Sadar hukum tentang Undang-Undang Perkawinan: Edukasi hukum tentang perkawinan anak di bawah umur bagi masyarakat desa. Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS), 9(2), 190–202.

Nurdin, A., Astutik, T. P., Syamsuni, & Rahmawati, H. (2025). Peran lembaga pendidikan Islam dalam pencegahan pernikahan anak: Kajian hukum Islam dan UU Perkawinan. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1516–1538.

Sudarmanto, & Jumni Nelli. (2025). Batas usia pernikahan di Indonesia perspektif hukum Islam. Journal Evidence of Law, 4(2), 626–637.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6401.

Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-Hak Anak).

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1489.

Zakiya, L. N. (n.d.). Hukum Pernikahan Anak dalam Islam. CariUstadz.ID. https://cariustadz.id/artikel/detail/hukum-pernikahan-anak-dalam-islam

Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. https://www.komnasham.go.id/files/1475231326-deklarasi-universal-hak-asasi--$R48R63.pdf

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). (2020). Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak. https://www.unicef.org/indonesia/media/2856/file/National-Strategy-Child-Marriage-2020.pdf

Komnas Perempuan. (2021). Siaran Pers Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan tentang Perkawinan Anak Merupakan Praktik Berbahaya (Harmful Practice) yang Menghambat Indonesia Emas 2045. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-tentang-perkawinan-anak-merupakan-praktik-berbahaya-harmful-practice-yang-menghambat-indonesia-emas-2045-3-agustus-2021

Ahmed, L. (1992). Women and Gender in Islam: Historical Roots of a Modern Debate. New Haven: Yale University Press.

Ali, Z. (2016). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

An-Na’im, A. A. (2008). Islam and the Secular State: Negotiating the Future of Shari’a. Cambridge: Harvard University Press.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT.

Baderin, M. A. (2003). International Human Rights and Islamic Law. Oxford: Oxford University Press.

Badran, M. (2009). Feminism in Islam: Secular and Religious Convergences. Oxford: Oneworld Publications.

Barlas, A. (2002). “Believing Women” in Islam: Unreading Patriarchal Interpretations of the Qur’an. Austin: University of Texas Press.

Bernard-Maugiron, N. (2008). Divorce in Egypt. Dalam E. Giunchi (Ed.), Islamic Family Law (hlm. 150–170). London: Routledge.

Charrad, M. (2001). States and Women’s Rights: The Making of Postcolonial Tunisia, Algeria, and Morocco. Berkeley: University of California Press.

Coulson, N. J. (1964). A History of Islamic Law. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Engineer, A. A. (2004). The Rights of Women in Islam. New Delhi: Sterling Publishers.

Esposito, J. L., & DeLong-Bas, N. J. (2001). Women in Muslim Family Law. New York: Syracuse University Press.

Gray, D. (2010). Women and Social Change in North Africa: What Counts as Revolutionary?. Cambridge: Cambridge University Press.

Hallaq, W. B. (2009). Shari’a: Theory, Practice, Transformations. Cambridge: Cambridge University Press.

Hassan, R. (1987). Equal Before Allah? Woman-Man Equality in Islamic Tradition. Harvard Divinity Bulletin, 36–40.

Kamali, M. H. (2003). Principles of Islamic Jurisprudence. Cambridge: Islamic Texts Society.

Lukito, R. (1998). Islamic Law and Adat Encounter: The Experience of Indonesia. Jakarta: Logos.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan Mahkamah Agung RI. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Data SIMFONI PPA. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Mernissi, F. (1991). The Veil and the Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam. Massachusetts: Addison-Wesley.

Mir-Hosseini, Z. (2006). Muslim Family Law and the Challenge of Reform. London: Zed Books.

Rahman, F. (1980). Major Themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press.

Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge.

Sadiqi, F. (2008). The central role of the family law in the Moroccan feminist movement. Journal of North African Studies.

Wadud, A. (1999). Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. New York: Oxford University Press.

Downloads

PDF

Published

July 18, 2026

How to Cite

Hetty Ismainar, Theo Alif Wahyu Sabubu, Rasdiana, Wa Ode Zuliarti, Muh. Sudirman, Muslih, Heryani, Afrizal, Ainul Mardhiah, Suhartini, & Mustaring. (2026). GENDER & HUKUM KELUARGA ISLAM. Widina Media Utama. https://doi.org/10.59818/fg2sd045