EKLESIOLOGI: LUMEN GENTIUM
Keywords:
PENDIDIKAN AGAMASynopsis
Pemahaman yang mendalam tentang hakikat dan sifat Gereja
merupakan fondasi penting bagi setiap anggota komunitas Katolik,
khususnya bagi para pendidik agama dan umat awam yang berkomitmen
memperdalam iman mereka. Buku ini hadir sebagai upaya sistematis untuk
membimbing pembaca memasuki dimensi-dimensi kaya eklesiologi Gereja
Katolik melalui lensa Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium dari Konsili
Vatikan II, dokumen yang mengubah cara Gereja memahami dan
mengungkapkan dirinya sendiri di era modern.
Eklesiologi, sebagai disiplin ilmu teologis yang mempelajari Gereja,
bukan sekadar cabang akademis yang abstrak. Sebaliknya, eklesiologi
adalah refleksi teologis yang hidup dan bermakna bagi kehidupan bergereja
sehari-hari. Pemahaman akan identitas Gereja, misteri, struktur, dan
misinya secara langsung mempengaruhi cara umat beriman menghayati
kegemerlapan panggilan mereka sebagai anggota Tubuh Kristus. Dengan
demikian, buku ini tidak hanya menawarkan pengetahuan teoritis, tetapi
juga memberikan alat pemahaman yang dapat mengubah sikap dan praktik
keberagamaan umat.
Downloads
References
Dister, N. Syukur, (2004), Teologi Sistematika 2. Ekonomi Keselamatan,
Yogyakarta: Kanisius
Jacobs, T. (1986), „Gagasan-Gagasan Pokok Konsili Vatikan II“, dalam:
Spektrum XIV: 1-2, hlm. 23-53.
Kehl, M., (1992) Die Kirche. Eine katholische Ekklesiologie, Würzburg: Echter
Verlag.
Kristiyanto, A. Eddy, (1986). Maria dalam Gereja. Pokok-pokok Ajaran
Konsili Vatikan II tentang Maria dalam Gereja Kristus, Yogyakarta:
Kanisius 1986.
Mardiatmadja B.S., (1986), „Gagasan-Gagasan Dogmatik Seputar Konsili
Vatikan Kedua“, dalam: Spektrum XIV: 1-2.hal. 1-22.
Sunarko, A. (2006). Gereja menurut Lumen Gentium: Communio dan
Sakramen. dalam A. Eddy Kristiyanto, ed. Konsili Vatikan II: Agenda
yang Belum Selesai. Jakarta: Obor..
Wiedenhofer, S., (2000), „Ekklesiologie“, dalam: Handb
Downloads
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


